haryana cm news: Haryana CM menjadi mahasiswa pertama Kursus Bahasa Jepang Universitas Kurukshetra

haryana cm news: Haryana CM menjadi mahasiswa pertama Kursus Bahasa Jepang Universitas Kurukshetra

Keluaran Hongkong

KURUKSHETRA: Ketua Menteri Haryana (CM) Manohar Lal Khattar pada hari Kamis mengumumkan bahwa ia akan mendaftar sebagai mahasiswa pertama di Universitas Kurukshetra (KU) untuk belajar kursus bahasa Jepang.

CM Khattar berpidato sebagai tamu utama sejumlah besar alumni yang telah bergabung secara fisik dan online dari lebih dari 21 negara pada kesempatan Temu Alumni KU “Pratismriti: Reuni Alumni 2021” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni KU (KUKKA) pada hari Kamis.

Khattar mengatakan bahwa Alumni sebuah institusi ibarat kusir yang akan membimbing dan memimpin perkembangan dan pertumbuhan sebuah institusi. Dikatakannya, sejak didirikan pada tahun 1956, Universitas Kurukshetra telah mencetak rekor baru di segala bidang termasuk pendidikan, penelitian, olahraga, kegiatan budaya, dan pengabdian sosial dalam 65 tahun terakhir. Alumni berperan penting dalam pencapaian ini.

Selamat!

Anda telah berhasil memberikan suara Anda

KU telah memainkan peran penting dalam membuat pendidikan dapat diakses oleh semua bagian dan wilayah di negara bagian Haryana dan juga di seluruh negeri. Penghargaan untuk ini diberikan kepada alumni KU yang sangat besar dan termasyhur dan para guru, pejabat, dan staf, dan mahasiswa universitas menambahkan CM.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Menteri Manohar Lal juga melepas cinderamata Ikatan Alumni KU. Ia juga meresmikan GOR Serbaguna KU dan meluncurkan skema KG-to-PG di bawah Kebijakan Pendidikan Baru (NEP) 2020 di universitas. Bersamaan dengan ini, ia juga meluncurkan kursus sertifikat online dalam bahasa Jepang, BBA Honours dan M Tech Defense Technology yang akan ditawarkan selama sesi akademik 2021-22. Dia juga meluncurkan Jingle untuk Azadi ka Amrit Mahotsav. Di sinilah CM Haryana mengumumkan bahwa ia akan menjadi siswa pertama yang mengikuti kursus sertifikat online dalam bahasa Jepang.

CM Khattar mengajak seluruh alumni KU untuk berperan penting dalam kemajuan almamater mereka dan juga negara bagian Haryana.

Ia mengatakan bahwa merupakan suatu kebanggaan bahwa batu fondasi KU diletakkan oleh Presiden pertama India, Shri Rajendra Prasad pada 11 Januari 1957. Sejarah candi pendidikan yang luas ini tidak ada bandingannya. Dalam perjalanan ini, universitas ini telah memainkan peran utama dalam memberdayakan melalui pendidikan kaum muda pedesaan, perempuan, bagian masyarakat yang tereksploitasi, dan terpinggirkan. Seiring berjalannya waktu, KU telah menancapkan namanya secara nasional dan internasional sebagai lembaga multidisiplin. Dengan menjadi universitas pertama Haryana grade A-plus, KU telah mendapat pembeda di negeri dan negeri kata Haryana CM.

Wakil Rektor KU, Prof Som Nath Sachdeva mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Haryana sekaligus Rektor KU Bandaru Dattatreya atas berkah yang diberikan melalui pesannya.

Prof Som Nath mengatakan bahwa alumni adalah warisan kita yang tak ternilai. KU didirikan pada tahun 1956 sebagai Universitas Sansekerta. Dengan berjalannya waktu, Universitas Kurukshetra telah membuat tanda secara nasional dan internasional sebagai lembaga multidisiplin. Dengan menjadi universitas kelas A-plus pertama Haryana, KU telah mendapat reputasi di negara bagian Haryana dan seluruh negeri. Alumni kami adalah pembawa bendera KU di tingkat nasional dan internasional. Kami bangga dengan alumni kami. Mahasiswa lama memainkan peran penting dalam pengembangan dan promosi kualitas institusi mana pun.

Ketua dan Dekan Bidang Akademik Ikatan Alumni KU Prof Manjula Choudhary berbicara tentang Ikatan Alumni. Dia mengatakan bahwa adalah prioritas Universitas Kurukshetra untuk memberikan platform kepada mahasiswa lama. Bersama-sama dengan kerjasama para alumni, kami dapat terus berkontribusi untuk pengembangan universitas secara menyeluruh.

Direktur Ikatan Alumni KU, Prof Anil Mittal mengucapkan terima kasih kepada Haryana CM atas seluruh tamu undangan, alumni, awak media, dan alumni yang terkoneksi secara online dari dalam dan luar negeri.

Pada kesempatan ini, sejumlah besar alumni dan KU ternama, serta pejabat dari universitas lain, bergabung dalam mode offline dan online dari fungsi ini.