IIT-G hadir dengan kompor masak ramah bahan bakar

IIT-G hadir dengan kompor masak ramah bahan bakar

Keluaran Hongkong

GUWAHATI: Para peneliti di IIT Guwahati telah menemukan solusi memasak yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga hampir 40% dan emisi gas berbahaya sehingga menciptakan rumah dan lingkungan yang lebih bersih. Kompor masak yang inovatif dapat bekerja dengan bahan bakar apa pun baik itu minyak tanah, LPG atau biogas dan dilengkapi dengan pembakar berpori radiasi (PRB) yang dirancang khusus.

USP dari inovasinya adalah penggunaan teknologi pembakaran canggih, yang membuat kompor masak hemat energi, ekonomis dan ramah lingkungan. Tim peneliti percaya pekerjaan ini akan berdampak global pada aplikasi berbasis burner dan pasar multi-miliar dolar mereka. Mereka berencana untuk mengkomersialkan teknologi dalam waktu satu tahun dan mendukung mitra industri untuk memperluas jangkauan kompor ini di pasar India.

“Untuk aplikasi memasak rumah tangga, kami bisa menghemat sekitar 30% bahan bakar. Untuk aplikasi komersial, bahan bakar bisa dihemat 40-43%, ”kata P Muthukumar yang mengembangkan teknologi bersama tim penelitinya kepada TOI, Selasa.

Meminimalkan emisi, yang telah menjadi perhatian utama pada pembakar konvensional, menurutnya inovasi ini adalah sebuah pencapaian. “Emisi karbon monoksida yang sangat berbahaya dapat dikurangi menjadi sepertiga dibandingkan dengan pembakar konvensional, sedangkan emisi oksida nitrat hampir nol,” tambahnya.

“Temuan perkembangan ini telah dipatenkan dan PRB dapat digunakan secara efektif untuk memasak domestik serta komunitas dan komersial. Prototipe yang diperlukan untuk penemuan ini telah dikembangkan sendiri dan diuji secara ketat terhadap standar BIS yang tersedia, ”kata Muthukumar.

Dia melanjutkan dengan menekankan bahwa memiliki akses ke energi memasak yang andal, bersih, dan modern meningkatkan standar hidup. “Penyediaan energi memasak bersih juga menjawab kekhawatiran terkait keamanan pangan, perubahan iklim, dan perawatan kesehatan,” tambahnya.

Sebuah artikel yang baru-baru ini diterbitkan di Lancet Planetary Health Journal melaporkan bahwa polusi rumah tangga menyebabkan 0,65 M kematian yang merupakan 6,5% dari total kematian di India. Demikian pula, polusi udara rumah tangga juga bertanggung jawab atas 4,5% dari total beban penyakit (diukur sebagai tahun hidup yang disesuaikan dengan kecacatan (DALYs)). Kematian dan morbiditas ini pada akhirnya menambah kerugian moneter yang sangat besar yang semakin menambah beban ekonomi negara. Polusi udara rumah tangga terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar memasak yang mencemari dan kompor masak yang tidak efisien.