Jumlah penipuan dalam GST membutuhkan pendekatan yang hati-hati: Resmi

Jumlah penipuan dalam GST membutuhkan pendekatan yang hati-hati: Resmi


KOLKATA: Departemen CGST perlu mengambil pendekatan yang hati-hati karena jumlah penipuan yang terjadi dalam mengklaim kredit pajak input (ITC) oleh badan usaha, kata seorang pejabat administrasi GST pada hari Jumat.
Wakil komisaris, utara, CGST Naveen Rana mengatakan dalam webinar yang diselenggarakan CII bahwa ada banyak alasan untuk memblokir ITC oleh departemen tersebut.
“Pemblokiran ITC dilakukan setelah verifikasi substansial. Jumlah penipuan yang terjadi di GST sangat penting bagi departemen untuk mengambil pendekatan yang hati-hati,” kata Rana.
Ia mengatakan, dalam banyak kasus ditemukan pemasok input yang ternyata tidak ada.
“Setelah dilakukan verifikasi fisik oleh departemen GST, jika pemasok ternyata tidak ada, maka ITC akan diblokir. Kemudian opsi yang tersisa pada departemen adalah melakukan tindakan terhadap mereka yang mengklaim ITC”, katanya.
Rana mengatakan, alasan utama lain departemen memblokir ITC adalah pemasok sering ditemukan tidak mengajukan pengembalian tepat waktu, tidak membayar pajak kepada pemerintah.
Menurut pejabat tersebut, banyak pihak (badan usaha) yang sampai ke pengadilan tinggi mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab jika pemasok menunggak tugasnya.
Rana mengatakan pihak yang terkena dampak harus mendekati pengembangan untuk mengetahui alasan pasti ITC diblokir.
“Jika departemen menemukan alasan yang dikemukakan oleh para pihak dianggap memuaskan, maka ITC dibuka blokirnya. Namun, otomatis dibuka setelah jangka waktu satu tahun,” tambahnya.
Rana mengatakan ITC sangat penting untuk menjalankan bisnis di bawah rezim GST.

Togel HK