Kembali ke kampus sepenuhnya ditentukan oleh SoP MHA, pedoman pemerintah: MAHE

Kembali ke kampus sepenuhnya ditentukan oleh SoP MHA, pedoman pemerintah: MAHE

Keluaran Hongkong

MANIPAL: Pimpinan Manipal Academy of Higher Education (MAHE) telah menegaskan bahwa tidak ada siswa yang dipaksa kembali ke kampus untuk ujian atau keperluan akademik lainnya. Seluruh ‘perjalanan kembali ke kampus’ mulai 17 November ditangani secara ketat sesuai prosedur operasi standar pemerintah dan siswa telah diberikan berbagai pilihan untuk melanjutkan kursus mereka karena pandemi yang berlaku.

Letjen (Dr) MD Venkatesh, wakil rektor, MAHE mengatakan kepada media pada hari Selasa bahwa UGC telah mengeluarkan pedoman tentang bagaimana kampus seharusnya berada dalam skenario pandemi. “Ada juga SoP yang telah dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri tentang kegiatan di kampus-kampus dalam pedoman unlock,” ujarnya. Dr. Venkatesh. “Kami hanya meminta mahasiswa tahun terakhir UG dan PG kembali secara terhuyung-huyung agar praktikumnya bisa dilakukan,” jelasnya.

Pedoman tersebut telah dikomunikasikan kepada orang tua dan siswa dan hanya mereka yang tertarik datang ke kampus yang diminta untuk melakukannya. Norma jarak sosial seperti yang diamanatkan dalam pedoman tersebut akan diberlakukan secara ketat di hostel dan food court, katanya. MAHE juga dapat memanfaatkan hari libur untuk menebus waktu akademik yang hilang, katanya. Kelas online sedang dilakukan untuk siswa dari berbagai aliran, tambah Dr Venkatesh.

Tanggapan tersebut mendapatkan signifikansi mengingat bahwa sebagian siswa Institut Teknologi Manipal menjalankan kampanye media sosial kontra, menuduh Institut tersebut memaksa siswa untuk datang ke kampus untuk ujian mereka. Kebetulan, MAHE mengunggah video ‘selamat datang kembali ke kampus’ di YouTube yang menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan keselamatan siswa. Sebagian siswa merupakan bagian dari video yang sama untuk melawan pernyataan MAHE.

Dr HS Ballal, pro-rektor, MAHE mengatakan lembaga tersebut juga telah menangani masalah surat palsu yang beredar, konon dari kantor menteri utama ‘mengarahkan’ MAHE agar tidak terburu-buru siswa kembali ke kampus. “Pengawas polisi N Vishnuvardhana menangani masalah ini dan kantor polisi yurisdiksi Manipal juga telah menanggapi keluhan kami tentang email palsu ini dengan serius dan sedang menyelidiki masalah tersebut,” kata Dr. Ballal.