Kementerian Tenaga mengedarkan rancangan aturan tentang energi bersih, mencari komentar

Kementerian Tenaga mengedarkan rancangan aturan tentang energi bersih, mencari komentar


NEW DELHI: Kementerian Ketenagalistrikan pada Senin mengatakan telah mengedarkan rancangan aturan energi terbarukan untuk meminta komentar dari para pemangku kepentingan.
Kementerian telah mengedarkan “Draft Listrik (mempromosikan energi terbarukan melalui Green Energy Open Access) Rules, 2021,” kata pernyataan resmi.
Kementerian telah meminta komentar dalam waktu 30 hari.
Aturan-aturan ini diusulkan untuk pembelian dan konsumsi energi hijau termasuk energi dari pembangkit limbah menjadi energi.
Rancangan aturan tersebut akan mengatur secara rinci untuk Renewable Purchase Obligation (RPO); akses terbuka energi hijau; lembaga nodal; Tata cara pemberian akses terbuka energi hijau; perbankan; dan biaya tambahan subsidi silang.
Rancangan aturan yang berkaitan dengan tarif ini mengusulkan bahwa “tarif untuk energi hijau akan ditentukan oleh Komisi yang Sesuai, yang dapat terdiri dari rata-rata biaya pembelian listrik gabungan dari energi terbarukan, biaya subsidi silang (jika ada) dan biaya layanan. mencakup semua biaya yang bijaksana dari pemegang izin distribusi untuk menyediakan energi hijau”.
Rancangan aturan menyatakan hidrogen hijau adalah hidrogen yang diproduksi menggunakan listrik dari sumber terbarukan.
Entitas wajib termasuk industri juga dapat memenuhi Kewajiban Pembelian Terbarukan mereka dengan membeli hidrogen hijau.
Kuantum hidrogen hijau akan dihitung dengan mempertimbangkan kesetaraan dengan hidrogen hijau yang dihasilkan dari satu MWh listrik dari sumber terbarukan atau kelipatannya. Norma-norma tersebut harus diberitahukan oleh Komisi Pusat, katanya.
Rancangan aturan ini juga mengusulkan pedoman untuk akses terbuka energi hijau dan menyatakan bahwa Komisi yang Sesuai akan membuat peraturan sesuai dengan aturan ini untuk memberikan Akses Terbuka Energi Hijau kepada konsumen yang mau mengkonsumsi energi hijau.
Semua aplikasi untuk akses terbuka energi hijau harus diberikan dalam waktu maksimal 15 hari. Dengan ketentuan bahwa hanya konsumen yang memiliki beban kontrak permintaan/sanksi sebesar seratus kW ke atas yang memenuhi syarat untuk mengambil daya melalui akses terbuka energi hijau.
Sesuai rancangan aturan, tidak akan ada batasan pasokan listrik bagi konsumen tawanan yang mengambil daya di bawah akses terbuka energi hijau. Dengan ketentuan lebih lanjut bahwa kondisi yang wajar seperti jumlah minimum blok waktu di mana konsumen tidak akan mengubah jumlah daya yang dikonsumsi melalui akses terbuka dapat diberlakukan untuk menghindari variasi permintaan yang tinggi yang harus dipenuhi oleh pemegang lisensi distribusi.


Togel HK