Langkah Universitas Karnatak untuk mengadakan ujian pada Februari ditentang

Langkah Universitas Karnatak untuk mengadakan ujian pada Februari ditentang

Keluaran Hongkong

DHARWAD: Organisasi Mahasiswa Demokratik Seluruh India (AIDSO) menentang pemberitahuan Universitas Karnatak (KU) untuk mengadakan ujian semester mulai 1 Februari.

Dalam memorandum yang disampaikan kepada wakil rektor pada hari Rabu, AIDSO mengatakan bahwa melaksanakan ujian tanpa mengadakan kelas offline selama minimal dua bulan secara terus menerus akan membawa malapetaka bagi siswa karena akibat pandemi tersebut, hanya 30% dari silabus yang telah tercakup secara online di beberapa mata pelajaran dan banyak siswa. Daerah pedesaan tidak memiliki fasilitas seperti telepon pintar, internet dan pasokan listrik yang tidak terputus, tambahnya.

Durasi semester berakhir pada 31 Januari dan ujian akan dimulai pada 1 Februari sesuai kalender acara KU.

Organisasi tersebut menuntut agar kelas dilaksanakan hingga tanggal 15 Maret dan ujian dapat diadakan setelah itu. Dikatakan juga bahwa universitas telah memungut biaya untuk ujian yang akan diadakan pada bulan Maret / April 2020 tetapi tidak ada ujian yang dilakukan. Biaya yang dikumpulkan tetap menjadi tanggung jawab universitas dan karenanya tidak ada biaya yang harus dikumpulkan untuk ujian yang akan datang, katanya. AIDSO juga menuntut agar biaya yang dikumpulkan untuk ujian yang akan datang dikembalikan kepada siswa.