Malaysia membeli vaksin AstraZeneca Covid-19, mencari lebih banyak dari China, Rusia

Malaysia membeli vaksin AstraZeneca Covid-19, mencari lebih banyak dari China, Rusia


KUALA LUMPUR: Malaysia telah menandatangani kesepakatan untuk mendapatkan 6,4 juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca, dan sedang dalam pembicaraan terakhir dengan produsen China dan Rusia untuk mendapatkan lebih banyak, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan pada hari Selasa.
Negara Asia Tenggara itu telah mendapatkan 12,8 juta dosis dari kesepakatannya dengan Pfizer-BioNTech yang ditandatangani bulan lalu, serta dari partisipasinya dalam fasilitas global Covax, yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Artinya, kami telah mengamankan pasokan vaksin untuk mencakup 40% (populasi), kata Muhyiddin dalam pidato yang disiarkan televisi.
Malaysia berharap dapat membeli pasokan yang cukup untuk menyuntik 26,5 juta orang, atau lebih dari 80% penduduknya.
Pemerintah sekarang sedang dalam negosiasi akhir dengan Cinaprodusen berbasis Sinovac dan CanSino serta Institut Gamaleya Rusia untuk menutupi sisanya, kata Muhyiddin.
Kesepakatan pengadaan diperkirakan menelan biaya total $ 504,4 juta (2,04 miliar ringgit), katanya.
Untuk meningkatkan kepercayaan terhadap keamanan dan kemanjuran vaksin, Muhyiddin mengatakan dia akan menjadi orang pertama yang menerima dosis, diikuti oleh kelompok garis depan dan kelompok berisiko tinggi seperti warga lanjut usia.
Pemerintah mengharapkan untuk menerima batch pertama dari vaksin Pfizer-BioNTech pada bulan Februari, tambahnya. Malaysia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai kesepakatan dengan pembuat obat AS itu.
Di bawah kesepakatan Pfizer, itu akan menerima 1 juta dosis pada kuartal pertama 2021 dan 1,7 juta, 5,8 juta dan 4,3 juta dosis pada kuartal berikutnya.
Negara tetangga Singapura adalah negara Asia pertama yang menerima pengiriman vaksin Pfizer pada hari Senin ketika gelombang pertamanya tiba dari Belgia. (1 ringgit Malaysia = $ 0,2469).

Pengeluaran HK