Menteri Luar Negeri AS Blinken meminta militer Myanmar untuk membebaskan para pemimpin sipil yang ditahan

Menteri Luar Negeri AS Blinken meminta militer Myanmar untuk membebaskan para pemimpin sipil yang ditahan


WASHINGTON: Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Minggu meminta militer Myanmar untuk membebaskan semua pejabat pemerintah dan pemimpin masyarakat sipil dan menghormati keinginan rakyat Burma seperti yang diungkapkan dalam pemilihan demokratis pada 8 November 2020.
Dalam sebuah pernyataan, Blinken mengatakan, “Kami menyerukan kepada para pemimpin militer Burma untuk membebaskan semua pejabat pemerintah dan pemimpin masyarakat sipil dan menghormati keinginan rakyat Burma seperti yang diungkapkan dalam pemilihan demokratis pada 8 November.”
Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, Presiden U Win Myint, dan pejabat senior lainnya ditahan oleh militer pada Senin pagi.
Mengekspresikan keprihatinan atas insiden tersebut, Blinken mengatakan, “Amerika Serikat mengungkapkan keprihatinan dan kekhawatiran yang besar mengenai laporan bahwa militer Burma telah menahan beberapa pemimpin pemerintah sipil, termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, dan para pemimpin masyarakat sipil.”
Selain itu, dia menyarankan militer untuk membalikkan tindakan dan memberikan dukungan kepada rakyat Burma dalam aspirasi mereka untuk demokrasi, kebebasan, perdamaian, dan pembangunan.
“Amerika Serikat mendukung rakyat Burma dalam aspirasi mereka untuk demokrasi, kebebasan, perdamaian, dan pembangunan. Militer harus segera membalikkan tindakan ini,” bunyi pernyataan itu.
Penahanan para pemimpin Myanmar terjadi setelah ketegangan antara pemerintah dan militer memicu kekhawatiran akan kudeta. Negara itu berada di bawah kekuasaan militer hingga 2011. Suu Kyi menghabiskan bertahun-tahun dalam tahanan rumah, menurut laporan media.

Hongkong Pools