Nepal menyetujui penggunaan darurat vaksin Covishield

Nepal menyetujui penggunaan darurat vaksin Covishield


KATHMANDU: Pemerintah Nepal pada hari Jumat menyetujui penggunaan darurat vaksin ‘Covishield’, yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII).
Keputusan penggunaan vaksin diambil oleh Departemen Administrasi Obat (DDA).
“Ini untuk memberi tahu semua pihak yang berkepentingan bahwa izin bersyarat telah diberikan untuk otorisasi penggunaan darurat vaksin Covishield melawan Covishield di Nepal sesuai keputusan departemen tertanggal 15 Januari 2021,” kata DDA dalam sebuah pemberitahuan.
Badan tersebut telah meminta produsen vaksin untuk mendaftarkan produk mereka untuk digunakan di Nepal pada hari Rabu, lapor The Himalayan Times.
Covishield telah dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford dan akan diproduksi oleh SII.
Pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri (MEA) Anurag Srivastava mengingat pernyataan Perdana Menteri Narendra Modi bahwa kapasitas produksi dan pengiriman vaksin India akan digunakan untuk kepentingan seluruh umat manusia dalam memerangi krisis ini.
Namun, dia mengatakan masih terlalu dini untuk memberikan tanggapan khusus atas pasokan vaksin Covid-19 ke negara lain.
India sebelumnya telah memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk dua vaksin Covishield dan Covaxin, yang dikembangkan oleh Bharat Biotech di negara tersebut.

Pengeluaran HK