Pemuda India percaya bahwa teknologi akan menjembatani kesenjangan empati dalam masyarakat, ungkap penelitian

Pemuda India percaya bahwa teknologi akan menjembatani kesenjangan empati dalam masyarakat, ungkap penelitian

Keluaran Hongkong

Lenovo Telah melakukan studi baru yang mengungkapkan bahwa pemuda India optimis tentang peran teknologi perangkat dan layanan dalam menciptakan empati, membina keterlibatan masyarakat, dan memperkuat hubungan.
Bertema “Realitas Baru: Empati dan Teknologi”, laporan itu bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan pemahaman dan memperdalam empati pada saat faktor-faktor memisahkan orang daripada menyatukan mereka. Studi ini juga menyoroti pentingnya teknologi di berbagai bidang seperti belajar mandiri dan menyoroti kebutuhan perusahaan teknologi untuk memenuhi tanggung jawab publik mereka.
Studi penelitian global baru ini mensurvei lebih dari 15.000 orang dalam delapan bahasa di 10 pasar global: Brasil, Cina, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Inggris Raya, dan AS. Temuan utama dari laporan tersebut menyoroti pentingnya visi Lenovo untuk memanfaatkan teknologi yang lebih cerdas guna mendorong perubahan positif.
Berdasarkan temuan laporan tersebut, 68% pemuda India merasa bahwa mereka berempati terhadap komunitas mereka, dan 79% responden India secara keseluruhan menunjukkan peningkatan perasaan empati dibandingkan di masa lalu.
Laporan tersebut lebih lanjut menyoroti bahwa 64% responden India percaya kemajuan teknologi telah memudahkan mereka untuk memahami dan terlibat dalam masalah sosial dan tujuan yang mereka pedulikan.
Laporan tersebut mengungkapkan, “Responden India percaya bahwa kemampuan komunikasi telah berdampak positif pada kemampuan anak muda India untuk tidak hanya terhubung dengan anggota keluarga (84% Gen Z dan 90% Milenial, dan 87% orang India secara keseluruhan) tetapi juga memperkuat hubungan mereka dan terlibat dengan mereka yang peduli dengan masalah global serupa (54% Gen Z dan 64% Milenial, dan 64% orang India secara keseluruhan). ”
Studi tersebut juga menemukan bahwa 92% responden India dari segala usia mengatakan mereka merasa lebih nyaman dengan kemampuan teknologi pribadi mereka setelahnya COVID-19, dan lebih menghargai apa yang ditawarkan. Sesuai laporan penelitian, 73% dari semua peserta survei India percaya bahwa perangkat dan layanan teknologi telah meningkatkan empati di masyarakat, dengan smartphone dan media sosial menjadi yang paling berharga selama COVID-19. Lebih dari 60% responden muda India percaya bahwa para aktivis dan pemimpin pemuda sangat bergantung pada teknologi dan perangkat pintar untuk menciptakan kesadaran dan mendidik orang untuk menjadi lebih baik.
Terakhir, sekitar 59% responden survei di India percaya bahwa perusahaan teknologi memiliki potensi untuk membantu mengatasi masalah sosial utama terutama di dunia pasca-COVID-19.