Perguruan tinggi Bengaluru dibuka kembali hari ini, tes Covid menjadi wajib

Perguruan tinggi Bengaluru dibuka kembali hari ini, tes Covid menjadi wajib

Keluaran Hongkong

BENGALURU: Siswa dan guru dengan hanya hasil tes Covid negatif akan diizinkan menghadiri kelas ketika perguruan tinggi di kota dibuka kembali mulai Selasa, kata seorang pejabat.

“Sesuai pedoman dan prosedur operasi standar dari University Grants Commission (UGC) dan pemerintah negara bagian, siswa, guru dan staf akan diizinkan masuk perguruan tinggi hanya jika tes Covid-nya negatif,” kata Bruhat Bengaluru Mahangara Palika Komisaris N Manjunatha Prasad dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Setelah membuang-buang waktu, pemerintah Karnataka mengizinkan perguruan tinggi yang dikelola negara dan swasta untuk dibuka kembali mulai Selasa setelah tetap ditutup selama lebih dari tujuh bulan karena penguncian yang disebabkan Covid.

Ibukota negara bagian ini memiliki 432 perguruan tinggi negeri dan swasta, dengan sekitar 60.000 siswa, guru dan staf non-pengajar.

“Semua siswa dan guru harus menunjukkan sertifikat dengan hasil tes RT-PCR negatif, yang menunjukkan bahwa mereka bebas dari infeksi,” kata Prasad.

Memakai masker wajah, mencuci tangan dengan sanitiser, dan menjaga jarak fisik di kelas dan kampus juga merupakan kewajiban bagi siswa, guru, dan staf.

“Siswa yang tinggal di asrama di kampus atau di luar kota juga harus menjalani tes RT-PCR untuk virus sebelum masuk kelas.

“Hasil tes akan berlaku selama 72 jam (3 hari) jika tidak ada gejala COVID-19. Mahasiswa dan dosen dapat mengikuti tes di salah satu dari 141 Puskesmas di perkotaan di 198 Kelurahan se-kota,” kata Prasad.

Badan sipil juga telah mengerahkan 450 tim pengumpul usap keliling di dekat perguruan tinggi untuk melakukan tes Covid.

Prasad mengatakan bahwa mereka mengharapkan sekitar 30 persen siswa untuk menghadiri perguruan tinggi mereka pada awalnya karena banyak dari mereka yang khawatir terinfeksi.

Para siswa juga diberikan pilihan untuk menghadiri kelas secara online jika orang tua mereka tidak siap untuk mengizinkan mereka masuk perguruan tinggi.

Perguruan tinggi teknik dan kedokteran di negara bagian akan dibuka kembali mulai 1 Desember, sementara pemerintah negara bagian telah menangguhkan pembukaan kembali sekolah sampai pemberitahuan lebih lanjut.