PM Jepang mendorong lebih dekat hubungan Asia Tenggara di counter China

PM Jepang mendorong lebih dekat hubungan Asia Tenggara di counter China


JAKARTA, INDONESIA: Perdana Menteri baru Jepang berjanji pada hari Rabu untuk membantu negara-negara Asia Tenggara meningkatkan kemampuan keamanan maritim mereka, saat ia menggunakan perjalanan luar negeri pertamanya sebagai pemimpin untuk mendorong visi negaranya untuk kerjasama internasional yang lebih besar untuk melawan pengaruh China di kawasan tersebut.
Perdana Menteri Yoshihide Suga, berbicara di ibu kota Indonesia, juga menyelidiki aktivitas China di Laut China Selatan yang disengketakan, di mana China telah membangun dan memiliterisasi pulau-pulau buatan manusia dan menekankan klaimnya atas hampir semua perikanan dan saluran air utama di laut. .
Sejumlah negara Asia Tenggara membantah klaim China atas perairan tersebut.
“Di Indo-Pasifik yang menghubungkan transportasi laut antara Jepang dan Asean, kita dapat mencapai perdamaian dan kemakmuran hanya dengan menerapkan sepenuhnya aturan hukum yang memungkinkan kebebasan dan keterbukaan siapa pun,” kata Suga dalam jumpa pers di Jakarta. Asean adalah asosiasi 11 negara negara Asia Tenggara.
“Tapi di Laut Cina Selatan, tindakan berlawanan sedang dilakukan dan kami mengawasi dengan sangat prihatin,” kata Suga. “Jepang menentang tindakan apa pun yang akan meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan.”
Suga menegaskan kembali bahwa semua pihak yang terlibat dalam sengketa Laut China Selatan harus melakukan upaya damai menuju penyelesaian, bukan dengan kekerasan atau ancaman.
Suga berjanji untuk memperkuat hubungan pertahanan bilateral dengan negara-negara Asia Tenggara dan menjanjikan bantuan lebih lanjut untuk meningkatkan pengawasan maritim mereka, termasuk pelatihan dan pemindahan peralatan dari penjaga pantai Jepang.
Suga mengakhiri kunjungannya ke Indonesia, leg kedua dari tur empat harinya yang dimulai dari Vietnam. Suga memilih Vietnam dan Indonesia untuk perjalanan luar negeri pertamanya sejak menggantikan Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri bulan lalu untuk menunjukkan pentingnya kawasan itu bagi Jepang.
Jepang menganggap meningkatnya aktivitas militer China sebagai ancaman keamanan dan dokumen pertahanannya menuduh China secara sepihak mengubah status quo di Laut China Selatan dengan tindakannya di sana. Jepang juga prihatin dengan klaim China atas Kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang, yang disebut Diaoyu di China, di Laut China Timur.
Baik di Indonesia maupun Vietnam, Suga telah menekankan bahwa negara-negara Asia Tenggara adalah kunci untuk mencapai apa yang disebut Jepang sebagai “Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka,” sebuah visi kerja sama ekonomi dan keamanan antar negara yang dimulai oleh Abe sebagai cara untuk melawan China. kekuatan dan pengaruh yang tumbuh.
Suga membantah kritik China bahwa inisiatif tersebut merupakan upaya untuk menciptakan NATO di Asia.
“Mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka berbasis aturan di kawasan ini berkontribusi pada perdamaian dan kemakmuran bagi seluruh dunia,” kata Suga. Rencana tersebut tidak dimaksudkan untuk keanggotaan khusus tetapi “kami dapat bekerja sama dengan negara mana pun yang memiliki pandangan yang sama,” tambahnya.
Suga setuju dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk bekerja menuju putaran baru pembicaraan menteri luar negeri dan pertahanan dan untuk mempercepat negosiasi yang sedang berlangsung untuk alutsista dan transfer teknologi. Suga menandatangani perjanjian ekspor alutsista dengan Vietnam dalam perjalanannya itu.
Jepang memiliki kesepakatan transfer alutsista dengan 11 negara lain, termasuk AS, Inggris, Filipina dan Malaysia, dan sedang bernegosiasi dengan Thailand.
Jepang melonggarkan larangan ekspor senjatanya pada 2014 dan sejak itu mempromosikan ekspor alutsista.

Pengeluaran HK