Polisi Pakistan melancarkan tindakan keras terhadap oposisi menjelang unjuk rasa PDM di Multan

Polisi Pakistan melancarkan tindakan keras terhadap oposisi menjelang unjuk rasa PDM di Multan


MULTAN: Menjelang unjuk rasa Gerakan Demokratik Pakistan (PDM) di Multan, polisi telah melancarkan tindakan keras terhadap pekerja politik oposisi.
Menurut laporan ARY News, polisi menangkap para pemimpin lokal Liga Muslim Pakistan (Nawaz) (PML-N) Chaudhry Shahbaz Jutt, Sohail Butt, Jamiat Ulema-e Islam (F) (JUI) Qari Khalilur Rehman dan Maulana Muneer Ahmed Abbasi dari Tiranda Mohammad Panah di sekitar Liaquatpur.
Polisi juga melakukan penggerebekan di rumah para pekerja politik di Liaquatpur dan menangkap pemimpin lokal PDM Jam Javed Laar, Allahwasaya Khan, Usman Chandia, Imran Ashfaq Bagga dan Ali Mansoor selain mantan ketua komite kota PML-N Hafiz Jameel Ahmed dari Layyah.
Sementara itu, pemimpin lokal JUI-F Mian Ajmal Abbas dan dua pekerja PML-N ditangkap dari Khanewal, pemimpin partai lokal lainnya Ghulam Shabbir Saqi dari Mohsinwal dan 10 pekerja PML-N.
ARY News melaporkan bahwa 23 pekerja politik termasuk tiga pimpinan Partai Rakyat telah ditahan di Multan.
Sementara itu, The Express Tribune melaporkan bahwa pemerintah Khyber-Pakhtunkhwa (KP) meminta polisi untuk mendaftarkan kasus terhadap pimpinan lokal PDM karena menggelar unjuk rasa 22 November meski pemerintah Peshawar menolak memberikan izin kepada mereka karena alasan peningkatan eksponensial dalam kasus virus korona.
Sebelumnya hari ini, pemimpin Partai Rakyat Pakistan (PPP) Ali Qasim Gilani bersama 30 anggota oposisi ditangkap.
Menurut laporan Geo News, polisi di Multan mengajukan kasus terhadap pekerja PPP setelah mereka menerobos penghalang keamanan dan menyerbu Qila Qasim Bagh Multan pada hari Sabtu menjelang demonstrasi PDM yang dijadwalkan berlangsung di sana pada hari Senin.
Pekerja mereka telah mengambil kendali administrasi stadion dan juga telah mendirikan kamp penyambutan di luar, kata sel media partai. Pekerja Liga Muslim Pakistan-Nawaz memimpin unjuk rasa di Multan dan juga memasuki stadion setelah dibobol, outlet media melaporkan.
“Unjuk rasa akan diadakan di Qila Qasim Bagh (dengan segala cara). Hari ini semua penghalang polisi dan administrasi telah dirobohkan. Setelah menyerbu gerbang, kami telah menguasai stadion,” kata pemimpin PPP Musa Gilani.
Geo News lebih lanjut melaporkan bahwa polisi telah mendaftarkan kasus terhadap 70 orang yang disebutkan namanya dan lebih dari 300 pekerja partai yang tidak disebutkan namanya karena membuka kunci dan memaksa masuk ke dalam stadion di kantor polisi Gerbang Lohari Multan.
Polisi juga mengajukan kasus terhadap perusahaan katering yang telah setuju untuk memberikan layanan kepada penyelenggara unjuk rasa 30 November.

Pengeluaran HK