Siapkan Kendriya Vidyalayas di luar negeri, saran panel Parlemen

Siapkan Kendriya Vidyalayas di luar negeri, saran panel Parlemen

Keluaran Hongkong

NEW DELHI: Komite Tetap Parlemen untuk Pendidikan telah menyarankan agar Kendriya Vidyalaya Sangathan (KVS) harus membuka sekolah di luar negeri untuk melayani lebih banyak siswa mengingat fakta bahwa lakh orang India menetap di seluruh dunia.

Panel yang diketuai oleh MP BJP, Vinay Sahasrabudhe, menyampaikan laporannya kepada DPR pada sesi Anggaran, yang membahas berbagai aspek terkait dengan berfungsinya Kendriya Vidyalaya.

Panitia mengatakan bahwa karena sejumlah besar orang India menetap di berbagai belahan dunia, studi kelayakan harus dilakukan terkait pembukaan Kendriya Vidyalayas di berbagai negara.

Panel parlemen juga menyerukan perluasan jejak Kendriya Vidyalayas di dalam negeri, menunjukkan sekolah-sekolah ini telah menjadi ‘merek’ dan dihormati di seluruh negeri untuk kualitas pendidikan.

Soal pembukaan Kendriya Vidyalaya baru di luar negeri, KVS menegaskan, semua tergantung permintaan dari kedutaan terkait. Proposal yang diterima diperiksa dengan berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri.

KVS dimulai dengan 20 sekolah resimen pada tahun 1963, namun sejak itu telah berkembang menjadi lebih dari 1.200 sekolah di seluruh negeri, termasuk tiga KV di Moskow, Teheran, dan Kathmandu.

Ketiga sekolah ini berada di dalam Kedutaan Besar India di Rusia, Iran dan Nepal dan pengeluaran mereka ditanggung oleh Kementerian Luar Negeri.

KVS adalah badan otonom yang mengoperasikan Kendriya Vidyalayas di seluruh negeri. Sekolah-sekolah tersebut pada awalnya mulai memberikan pendidikan kepada anak-anak pegawai pemerintah pusat tetapi lingkungan perorangan juga telah diterima di Kendriya Vidyalayas selama bertahun-tahun.

Menurut Kementerian Pendidikan, 1.245 Kendriya Vidyalaya telah beroperasi di seluruh negeri saat ini.

KVS memberi tahu komite bahwa pemerintah India telah menyetujui 50 KV baru pada Maret 2019, di mana 19 di antaranya belum dibuka. Selain itu, 13 KV dijatuhi sanksi pada Agustus 2018, empat di antaranya belum dibuka.

Kementerian Pendidikan menyebutkan 8.420 guru di Kendriya Vidyalayas dan 1.394 guru di Jawahar Navodaya Vidyalayas akan segera diangkat.