Sri Lanka memperpanjang penguncian Covid-19 hingga 21 Juni

Sri Lanka memperpanjang penguncian Covid-19 hingga 21 Juni


KOLOMBO: Sri Lanka pada hari Jumat memperpanjang penguncian Covid-19 dan pembatasan perjalanan hingga 21 Juni ketika jumlah kematian akibat virus corona melewati angka 2.000 setelah negara itu pada hari Kamis mencatat kematian satu hari tertinggi dengan 101 kematian sejak awal pandemi.
Penguncian saat ini akan dicabut pada pukul 4 pagi pada 14 Juni. Pembatasan telah berlaku sejak pertengahan Mei ketika otoritas kesehatan memberi tahu pemerintah tentang gelombang ketiga pandemi saat ini.
“Pembatasan perjalanan yang berlaku saat ini akan diperpanjang hingga 21 Juni sesuai keputusan Presiden Gotabaya Rajapaksa,” kata Panglima Angkatan Darat Shavendra Silva, yang mengepalai gugus tugas pencegahan Covid-19, kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
“Layanan penting, pabrik pakaian jadi, lokasi konstruksi, pasar desa, produksi pertanian dan pupuk organik akan berfungsi selama pembatasan,” kata Silva.
Sri Lanka telah menyaksikan peningkatan kasus positif dan kematian sejak April, sebagian disebabkan oleh perayaan dan belanja selama festival tahun baru tradisional bulan lalu.
Negara ini telah mencatat lebih dari 100.000 infeksi baru sejak 15 April dalam gelombang ketiganya. Korban tewas akibat virus corona kini telah mencapai 2.011, kata pejabat kesehatan, Jumat.
101 kematian yang dilaporkan pada hari Kamis adalah jumlah kematian tertinggi yang dikonfirmasi dalam sehari sejak awal pandemi di negara itu pada Maret 2020.
Perpanjangan pembatasan perjalanan datang karena pejabat di sektor kesehatan telah menyatakan ketidakpuasan dengan dampak pembatasan perjalanan dalam menahan gelombang. Mereka menyerukan tindakan yang lebih kuat untuk membatasi pergerakan orang karena varian Alpha dan Delta yang sangat menular dari virus corona telah terdeteksi di negara itu.
Seorang bayi berusia delapan hari dari kota Pussellawa di Distrik Kandy, yang meninggal pada hari Rabu, adalah korban Covid termuda di negara itu, kata pejabat kesehatan. Sebagian besar pasien yang meninggal karena Covid-19 berusia antara 65 -75 tahun.
Negara ini telah mendaftarkan lebih dari 2.17.000 kasus positif sejauh ini.


Pengeluaran HK