Tentara membutuhkan 'beberapa hari' untuk membebaskan tentara Tiongkok yang ditahan di Ladakh |  India News

Tentara membutuhkan ‘beberapa hari’ untuk membebaskan tentara Tiongkok yang ditahan di Ladakh | India News


NEW DELHI: Angkatan Darat pada hari Selasa mengatakan akan membutuhkan “beberapa hari” lagi untuk membebaskan tentara China yang ditangkap setelah dia secara tidak sengaja menyeberang ke wilayah India di sektor Demchok di Ladakh timur pada hari Senin.
Seorang perwira Angkatan Darat mengatakan ada “protokol yang ditetapkan dan proses hukum” yang diikuti dalam kasus-kasus seperti itu, meskipun sudut spionase hampir dikesampingkan. “Tentara Tiongkok, Kopral Wang Ya Long, baik-baik saja setelah menerima bantuan medis. Dia juga ditanyai oleh pakar bahasa China, ”katanya.

“Dia akan diserahkan kepada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di titik perbatasan Chushul-Moldo setelah formalitas selesai, sesuai protokol,” tambahnya.
Sebelumnya pada hari itu, juru bicara kementerian luar negeri China di Beijing mengatakan Wang membantu penggembala lokal menemukan yak mereka ketika dia hilang dalam prosesnya.
“Pihak India menjanjikan dukungan dan mengatakan akan mengembalikan prajurit itu tepat waktu setelah pemeriksaan medis. Kami berharap pihak India akan tetap pada komitmennya dan mengembalikan tentara itu secepatnya, ”kata juru bicara itu.
Seperti dilansir TOI pada hari Senin, tentara PLA, yang memiliki kartu identitas di sakunya dan milik kota Shangxizhen di provinsi Zhejiang tengah di China, mengalami kebingungan ketika dia ditahan oleh pasukan India di sektor Demchok.
Insiden itu terjadi pada saat delapan putaran pembicaraan tingkat komandan korps antara India dan China akan berlangsung akhir pekan ini. Tidak ada terobosan nyata dalam menyelesaikan kebuntuan selama putaran ketujuh pada 12 Oktober, meskipun PLA datang dengan “serangkaian proposal pelepasan timbal balik baru”.
India telah berpegang teguh pada pendiriannya untuk “de-eskalasi total” di lokasi-lokasi pertemuan pasukan serta di sepanjang LAC di Ladakh timur, dengan PLA memulai penarikan sesuai dengan prinsip “masuk pertama, keluar pertama”.
India juga telah menolak permintaan China agar pasukannya terlebih dahulu mengosongkan ketinggian taktis yang sebelumnya mereka tempati di garis punggungan yang membentang dari Thakung di tepi selatan Pangong Tso ke Bukit Gurung, Celah Spanggur, Bukit Magar, Mukhpari, Rezang La dan Reqin La (Rechin mountain pass) pada 29-30 Agustus.

Keluaran HK